Jumat, 27 Januari 2012

Hadist Kewajiban Berjamaah Dan Amal Jama'i

Hadist Kewajiban Berjamaah Dan Amal Jama'i

HADITS 10
KEWAJIBAN BERJAMAAH DAN AMAL JAMA’I
عن الْحَارِث الْأَشْعَرِيَّ عن النَّبِيُّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَأَنَا آمُرُكُمْ بِخَمْسٍ اللَّهُ أَمَرَنِي بِهِنَّ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ وَالْجِهَادُ وَالْهِجْرَةُ وَالْجَمَاعَةُ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ قِيدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الْإِسْلَامِ مِنْ عُنُقِهِ إِلَّا أَنْ يَرْجِعَ وَمَنِ ادَّعَى دَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ فَإِنَّهُ مِنْ جُثَا جَهَنَّمَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ قَالَ وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ فَادْعُوا بِدَعْوَى اللَّهِ الَّذِي سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ الْمُؤْمِنِينَ عِبَادَ اللَّهِ (الترمذى وأحمد )
Dari al-Harits al-Asy’ari dari Nabi SAW bersabda:”Dan saya perintahkan kepadamu lima hal dimana Allah memerintahkan hal tersebut: Mendengar, taat, jihad, hijrah dan jamaah. Sesungguhnya barangsiapa yang meninggalkan jamaah sejengkal, maka telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya kecuali jika kembali. Dan barangsiapa yang menyeru dengan seruan Jahiliyah maka termasuk buih Jahannam. Seseorang berkata:” Wahai Rasulullah, walaupun mengerjakan shalat dan puasa. Rasul SAW menjawab:”walaupun shalat dan puasa. Maka serulah dengan seruan Allah yang telah menamakanmu muslimin, mukminin hamba Allah” (HR Ahmad dan at-Turmudzi)
عن ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللَّه عَنْهممَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ إِلَّا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً *(متفق عليه
Artinya:Dari Ibnu Abbas ra dari Nabi SAW bersabda:” Barangsiapa melihat sesuatu yang ia tidak sukai pada pemimpinnya, maka bersabarlah karena barangsiapa yang meninggalkan jamaah sejengkal kemudian mati, kecuali mati dalam keadaan jahiliyah” (Muttafaqun ‘alaihi)
Dua hadits tersebut diantaranya menyebutkan pentingnya umat Islam untuk tetap komitmen dalam jamaah. Dan siapa yang keluar walaupun sejengkal dari jamaah berarti telah melepaskan ikatan Islam dalam dirinya. Dan siapa yang telah keluar dari ikatan jamaah maka ia telah sesat dan celaka seperti binatang yang ikatannya lepas sehingga tidak dapat dijamin keselamatannya.
MAKNA JAMA’AH DAN AMAL JAMA’I
Jama’ah menurut bahasa Arab berarti sejumlah besar manusia atau sekumpulan manusia yang berhimpun untuk mencapai tujuan yang sama (al-Mu’jam al- Wasith). Sedangkan secara istilah Syari’ah adalah sekelompok umat Islam yang bersepakat dalam suatu tujuan tertentu dan dipimpin oleh seorang pemimpin. Sedangkan makna amal jama’i adalah aktifitas (amal) yang muncul dari suatu jama’ah yang tersusun rapi sesuai dengan manhaj tertentu untuk merealisasikan tujuan tertentu.
Sehingga amal jama’i dalam aplikasinya tidak selalu dikerjakan bersama-sama. Dapat saja suatu pekerjaan dikerjakan sendiri tetapi kalau yang melaksanakan kerjaan tersebut atas perintah atau penugasan dari jama’ah maka aktifitas tersebut termasuk amal jama’i. Begitu juga sebaliknya, walaupun suatu pekerjaan dilaksanakan secara berjama’ah tetapi tidak ada penugasan dari jama’ah atau tidak sesuai dengan tujuan jama’ah maka bukan amal jama’i.
URGENSI JAMA’AH DAN AMAL JAMA’I
1. Sunnah Kauniyah
Berjama’ah dan beramal jama’i merupakan Sunnah Kauniyah dimana seluruh mahluk Allah yang hidup melakukan amal jama’i. Tingkat yang paling mendasar dari amal jama’i adalah hidup berpasang-pasangan. Dan seluruh mahluk diciptakan Allah secara berpasang-pasangan dimana satu sama laim saling membutuhkan. Allah swt berfirman yang artinya:
Artinya:”Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”(QS Yaa Siin 36).
Dari kehidupan berpasangan inilah satu sama lain saling melakukan amal jama’i. Dan dengan amal jama’i ini menghasilkan suatu kekuatan yang sangat dahsyat. Elektron jika dipertemukan dengan Proton aakan menghasilkan tenaga listrik yang besar. Benang sari jika dipertemukan dengan putik akan menghasilkan pembuahan pada tanaman, dimana buahnya dapat dinikmati manusia. Binatang jantan dan betina yang sejenis jika bersatu akan menghasilkan banyak keturunan yang sangat bermanfaat bagi manusia. Dan begitu juga manusia jika melakukan proses pernikahan akan menggabungkan dua kekuatan menjadi satu. Proses pernikahan, baik pada benda mati, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia merupakan amal jama’i yang paling mendasar. Dan semakin kompleks masalah yang dihadapi semakin membutuhkan amal jama’i. Begitulah yang terjadi pada manusia.
2. Hajah Basyariyah
Amal jama’i merupakan kebutuhan manusia yang tidak dapat ditawar-tawar lagi karena manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan sesamanya. Perusahaan yang memproduk barang tertentu, lembaga sosial, ormas, partai dan negara adalah lembaga-lembaga tempat beramal jama’i dalam arti yang luas. Maka untuk melakukan amal yang besar diperlukan hidup berjama’ah, untuk merealisasikan aktifitas yang besar tersebut. Bahkan organisasi atau lembaga yang bergerak dalam lapangan yang batil dan sesatpun mereka melakukan amal jama’i dalam kesesatannya.
Sehingga amal jama’i adalah hajah basyariyah (kebutuhan manusia) baik dalam melaksanakan aktifitas yang positif maupun negatif. Dalam kaitannya dengan aktifitas yang negatif (yang bertentangan dengan nilai Islam), banyak sekali lembaga-lembaga baik yang bersifat lokal, nasional, regional maupun internasional. Semuanya bersepakat dalam satu tujuan yaitu menjauhkan manusia dari Allah dan ajarannya. Allah swt berfirman yang artinya: “Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi”(QS Al-Maujadalah 19).
3. Dharurah Harakiyah
Amal jama’i merupakan kebutuhan harakah Islam karena harakah Islam selalu berhadapan dengan musuh-musuh Islam yang juga beramal jama’i dan kuat baik yang bersifat lokal, nasional, regional maupun internasional. Lembaga-lembaga yang jelas-jelas berhadapan dengan Islam diantaranya lembaga produk Yahudi seperti Zionisme Internasional, Rotary Club, Lions Club, Free Mason Re, IMF, bank Dunia dll. Bahkan pertarungan masa depan yang terbesar akan terjadi antara umat Islam yang tergabung dalam harakah Islam dengan Yahudi dengan segala kaki tangan dan produknya. Oleh karenannya Harakah Islam harus semakin mengokohkan jama’ah dan meningkatkan amal jama’inya dalam bidang da’wah dan penyadaran umat Islam agar mereka tidak tersesatkan oleh antek-antek Yahudi .
Harakah Islamiyah harus terus meningkatkan kinerjanya dan mewaspadai setiap bahaya yang mengancam harakah baik yang bersifat internal maupun eksternal. Tanpa amal jama’i yang tersusun rapi maka Harakah Islamiyah tidak akan menghasilkan capaian-capaian yang optimal. Da’wah yang merupakan tugas inti dari Harakah Islamiyah harus dilakukan dengan amal jama’i sehingga menjadi kuat dan mampu menghadapi berbagai macam bentuk kebatilan yang muncul dan berkembang di masyarakat
4. Faridhah Syar’iyah
Lebih dari itu bahwa amal jama’i merupakan kewajiban Syari’ah dimana setiap muslim dituntut untuk melakukannya sesuai dengan ruang lingkupnya tugasnya masing-masing. Kewajiban tersebut akan semakin mengikat jika seorang muslim tadi sebagai seorang da’i. Karena da’wah yang ditangani secara sendirian sangat terpengaruh dengan unsur-unsur subyektifitas pribadainya disamping rentan dengan segala macam bentuk ujian. Dalil-dalil yang terkait dengan kewajiban amal jama’i:
Al-Qur’an:
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
Allah Swt. Berfirman: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
Hadits Rasulullah saw:
Hendaklah kalian berjamaah dan jangan bercerai berai, karena syetan bersama yang sendiri dan dengan dua orang lebih jauh. Barangsiapa ingin masuk ke dalam surga maka hendaklah komitmen kepada jama’ah” (HR At-Tirmidzi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar